Warga Mengeluh Soal Kenaikan Desil Bansos, Pemdes Pandansari Buka Pintu Pelayanan Pengaduan
PANDANSARI INFO – Gelombang keluhan warga masyarakat terkait kenaikan status Desil dalam data terpadu bantuan sosial (bansos) terus bergulir. Kenaikan tingkat desil tersebut berdampak langsung pada terhentinya atau berkurangnya bantuan sosial yang selama ini diterima oleh warga yang membutuhkan.
Kondisi ini membuat Unit Pelayanan Pengaduan dan Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG) Desa Pandansari hampir setiap hari didatangi warga. Masyarakat berbondong-bondong mengadukan data perubahan desil yang dinilai tidak akurat dan tidak sesuai dengan kondisi perekonomian nyata di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Operator Desa Pandansari yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun I, Ibu Laela Pratiwi, secara sigap dan dengan senang hati siap melayani setiap aduan yang disampaikan oleh warga. Beliau mencatat serta menampung seluruh aspirasi dan kejanggalan data desil untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur perbaikan data yang berlaku.
Kepala Desa Pandansari, Bapak Ridi, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keaktifan dan kesadaran warga dalam menyampaikan keluhan secara langsung ke kantor desa.
"Kami sangat mengapresiasi keaktifan warga masyarakat yang mau menyampaikan aspirasi, masukan, atau keluhan apapun secara langsung kepada kami di jajaran Pemerintah Desa Pandansari," ujar Bapak Ridi.
Bapak Ridi juga mengimbau warga agar tidak perlu meluapkan keluh kesah di media sosial, melainkan memanfaatkan fasilitas dan saluran resmi yang sudah disediakan di tingkat desa.
"Tidak usah mengadu di media sosial. Silakan manfaatkan Unit Pelayanan Pengaduan yang ada di desa. Pemerintah Desa Pandansari sangat terbuka menerima masukan, saran, maupun keluhan dari warga masyarakat untuk kita coba carikan solusi terbaiknya bersama-sama," imbuhnya.
Dengan adanya layanan pengaduan yang responsif ini, Pemerintah Desa Pandansari berharap seluruh kendala terkait ketidaksesuaian data desil bantuan sosial dapat terdata secara akurat sehingga bansos dapat kembali menyasar warga yang benar-benar berhak dan membutuhkan.