Budaya Sadranan, Tradisi Luhur Menyambut Datangnya Bulan Ramadan
PANDANSARI- Sadranan merupakan salah satu tradisi budaya yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Pandansari Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan tahun 2026, tradisi Sadranan kembali dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kebersamaan.
Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun, seperti kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Masyarakat secara bersama-sama membersihkan lingkungan dan makam leluhur, menyiapkan perlengkapan acara, serta saling berbagi makanan sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan.
Sadranan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan memperkuat harmoni sosial. Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk saling peduli, menghargai sesama, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan ajaran agama.
Dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Sadranan menjadi pengingat akan pentingnya membersihkan diri, baik secara lahir maupun batin. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai identitas budaya sekaligus sarana memperkuat keimanan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sadranan dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis sebagai Tradisi warga masyarakat, diawali dengan Bersih-bersih makam leluhur dilanjutkan acara Doa bersama yang dilaksanakan sesuai dengan kehendak masing-masing ada yang dilaksanakan dirumah masing-masing dengan mengundang tetangga, ada juga yang dilaksanakan di Masjid atau Mushola.