PANDANSARI INFO – Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Kabupaten Purbalingga resmi membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan. Program strategis ini diselenggarakan atas kerja sama Dinsos Kabupaten Purbalingga dengan Balai Pelatihan Kerja (BLK) Semarang guna mendorong kemandirian finansial kaum perempuan di wilayah Purbalingga.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Pandansari Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga setempat ini diikuti oleh puluhan peserta perempuan, terdiri dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kader perempuan desa, hingga ibu rumah tangga. Selama beberapa hari, para peserta dibekali berbagai materi teknis, mulai dari keterampilan tata boga, kerajinan tangan (craft), hingga manajemen keuangan usaha dan strategi pemasaran digital (digital marketing).
Kepala Dinsos P2KBP3A Kabupaten Purbalingga yang diwakili Oleh Ibu Kepala Bidang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan perempuan.
"Kami ingin mendorong kaum perempuan di Purbalingga agar tidak hanya menjadi penopang domestik, tetapi juga mampu menjadi penggerak roda ekonomi keluarga. Melalui kerja sama dengan BLK Semarang, materi yang diberikan berstandar industri dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini," ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Sementara itu, perwakilan dari BLK Semarang menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan yang intensif dan aplikatif. Selain pembekalan teori, peserta juga langsung melakukan praktik pembuatan produk hingga simulasi penentuan harga jual dan promosi melalui media sosial.
Para peserta menyambut antusias program kolaborasi ini. Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan baru, peserta juga dibekali sertifikat pelatihan serta bantuan pendampingan usaha guna menjaga keberlanjutan produk yang dihasilkan.
Melalui kolaborasi antara Dinsos Purbalingga dan BLK Semarang ini, diharapkan lahir wirausahawan perempuan baru yang mandiri, kreatif, serta mampu menembus pasar lokal maupun nasional demi mewujudkan perekonomian Purbalingga yang lebih inklusif.